Jumat, 08 Maret 2013

Money Oriented?

Hai

One of my favorite korean group will perform on Music Bank in Jakarta tonight. Aku nggak dateng karena dari awal kurang tertarik sama artis-artisnya dan lagi nggak ada uang juga. Sekarang lagi menabung untuk Invasion-nya Infinite, padahal belum tahu kapan mereka mau tour dan datang ke Indonesia. Selain itu aku juga nggak suka nonton konser yang banyak artisnya. Sebagian orang suka karena itu 'nonton hemat' sekali bayar bisa menikmati performa banyak artis, tapi bagiku dan beberapa orang konser seperti itu jadi nggak total, nggak bisa fokus sama grup yang disuka.

Oke, sekarang aku nulis bukan untuk bahas Mubank. Tadi pagi promotor Mubank yaitu BigDaddy nge-tweet tentang kehadiran Infinite di salah satu program televisi nasional besok Minggu. Setahuku Infinite memang akan balik ke Korea pada Minggu malam. Sempat bingung juga, "Ngapain mereka pas hari Minggu? Kenapa nggak langsung pulang aja?" Dan pertanyaan itu terjawab tadi pagi. Iya, promotornya sendiri yang bilang kalau mereka akan tampil (entah cuma interview atau nyanyi juga) di salah satu stasiun televisi nasional. 

Kita semua tahu kalau di Indonesia ada sebuah program musik yaitu Dahsyat di stasiun televisi RCTI yang sudah langganan memanggil artis luar negeri yang datang ke Indonesia sebagai bintang tamu mereka. Semua sudah tahu itu. Dan selama ini tanggapan dari teman-teman yang artis favoritnya dijadikan bintang tamu di program itu cenderung negatif. Kenapa? Beragam alasannya. Aku pribadi jarang menonton televisi, tapi jika ditanya mengapa teman-teman bereaksi negatif, aku bisa jawab. Toh kadang aku juga menonton acara itu juga. Dari banyak opini yang telah aku dengar, mereka mengeluhkan MC-nya. Aku nggak usah sebut nama, teman-teman pasti sudah tahu siapa orangnya dan bagaimana karakternya ketika membawakan acara.

Awalnya aku berusaha nggak percaya kalau Infinite akan datang ke Dashyat walau feeling itu selalu ada. Kata teman, mungkin aja tampil di TransTV karena mereka adalah media partner dari Mubank. Oke, aku cukup lega. Aku lega bukan karena tampil di stasiun mana, tapi tampil di acara apa sehingga aku bisa memerkirakan apa yang akan dilakukan oleh Infinite dan program itu sendiri. Tadi aku sempat keluar beli oleh-oleh untuk dibawa ayahku pulang ke Jakarta. Di jalan sempat online Twitter juga dan mendapat kabar bahwa Infinite beneran datang ke Dahsyat besok.




Okay. I barely have respond. I just..... damn. I hate it



Pemikiran pertama yang muncul di kepalaku

"MNC do know how to increase their own program rating"

Aku nggak ngerti. Kok bisa, media partner-nya bukan mereka tapi artis yang bukan mereka dukung malah tampil di stasiun televisi mereka? Setelah dipikir-pikir media partner konser sama kontrak artis mau kemana besoknya itu nggak ada hubungannya. Mungkin Trans hanya me-support konsernya dan RCTI lebih dulu membuat kontrak dengan Infinite untuk datang sebagai bintang tamu di Dahsyat. Maka dari itu mereka baru akan pulang dari Jakarta Minggu malam.

Sip. Masalah media selesai.

Sekarang, yang masih buat teman-teman shock dan merengek-rengek di timeline adalah program acaranya. "Kenapa harus Dashyat?" "Gue ga rela!" "Nanti kalo Myungsoo diapa-apain sama MC-nya gimana?" dan banyak komentar negatif lainnya. Tapi lihat kan, bisa diambil simpulan bahwa banyak orang yang kurang menyukai program ini karena MC-nya.

Aku nggak mau menjelaskan kelakuan MC-nya gimana karena aku jarang nonton dan males juga jelasinnya -____-

Tapi sempat terpikir nggak, kok MC-nya nggak diganti sih, atau gimana gitu?

Balik ke judul. Yes. Money oriented. Bukannya masyarakat Indonesia sukanya tontonan yang buat ketawa? Ya apa aja, mau ejek-ejekan, mau marah-marahan, marah beneran, ngapain aja pokoknya bisa buat ketawa itu pasti disuka. Pasti yang nonton banyak. Pas ditanya acara itu tentang apa dan apa esensinya, malah bingung. Heran...
Dan orang-orang yang bisa buat ketawa itulah yang dipertahankan media. Tahu kan bahwa si MC pernah ditegur beberapa kali oleh KPI? Tapi kenapa kok masih aja nongol di televisi? Karena mereka-lah mesin uang media. Segala perbuatan negatif yang dilakukan orang dalam acara itu, baik MC, musisi, cameraman dll  adalah tanggung jawab media atau acara tersebut karena orang-orang itu dipakai dan dibayar untuk program mereka. 

Aku jadi ingat kelas Program Siaran TV di kampus "produk televisi diciptakan atas dua hal, money oriented atau quality oriented. Dan produk yang diciptakan atas keduanya itu jarang dan susah diwujudkan."

Sebenarnya Dahsyat itu oke-oke aja kalau menurutku. Aku pribadi nggak menuntut program musik di Indonesia sebaik di Korea yang model panggung tiap artis berbeda sehingga ada yang harus dilakukan live, ada yang delayed live (acara direkam beberapa jam sebelum disiarkan sehingga masih ada kesempatan untuk editing/sensor), harus nggak lipsync dll. Hanya satu, aku ingin image program musik Indonesia itu membaik. Oke lah kalau dari segi visual (tata panggung) dan musik (lipsync/nggak) disampingkan sejenak dan fokus pada attitude dari pembawa acaranya. Secara nggak sadar pembawa acara itu wajah program/ Orang biasanya menonton suatu program televisi yang dilihat pertama kali adalah pembawa acaranya. Yah kalian tahu omonganku ini akan mengarah ke mana (mulai capek ngetik)

Dahyat itu oke aja kalau pembawa acaranya berperilaku sesuai dengan harapan masyarakat. Sebaiknya sebuah program terkenal karena konsepnya, bukan attitude yang dimiliki pembawa acara.

dadah~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar