Aku baru pulang dari kampus. Iya, minggu-minggu gini ke kampus demi selesaiin kerja kelompok -__-
Sampai kos buka laptop dan twitteran, liat trending topic dan #giveuskpop menarik perhatianku. Aku klik dan baca beberapa tweet. Aku menemukan ini diantara sekian banyak tweet dan, oke, aku tau permasalahannya sekarang.
Aku jadi inget seminar yang beberapa hari lalu aku ikuti bertajuk East Asia as Pop Culture and a Soft Power and Its Implication to Indonesia. Dalam seminar itu sempat dibahas juga Kpop dan pembicara menunjukan daftar negara yang memiliki kpop fans terbesar di dunia. Seingatku di tabel tersebut ada 7 negara. Di posisi 1 adalah Jepang, posisi 2 adalah USA, dan sisanya ada Indonesia, Hong Kong, Thailand, dll. Aku nggak sempat catat urutannya, yang jelas Indonesia posisi 6 dan Thailand ada di atas Indonesia. Jumlah kpop fans di akhir tahun 2012 di Indonesia sekitar 81 ribu sedangkan di USA dan Jepang sudah menyentuh ratusan ribu. Ternyata di Indonesia masih relatif sedikit ya dibanding USA.
Pembicaranya juga sempat menyinggung soal Kpop di USA. Mungkin selama ini kita sebagai fans di Asia berpikir bahwa Kpop walau tersebar di semua benua (Afrika juga loh) tapi fans Asia paling banyak. Iya, kalau itu diakumulasikan. Tapi fans di USA itu jumlahnya nggak main-main. Yaaa mungkin cewek-cewek Amerika lagi doyan liat cowok Asia ya :D
Kembali ke topik. Tadi sempat googling dan dapat info kalau UMG itu berbasis di Amerika. Aku langsung "ooh pantess".
Aku pikir wajar aja kalo industri musik Amerika jealous dengan kehadiran Kpop. Industri musik terbesar di dunia 'dijajah' sama Kpop. Kalau Jepang sebagai industri musik terbesar no.2 di dunia sih udah nggak usah ditanya lagi.
Aku pikir tindakan UMG ingin memblokir video-video Korea adalah bukti bahwa industri musik Amerika ingin kembali seperti dulu, di mana mereka bisa dengan bebas menginvasi negara lain dan menyebarkan musik Amerika ke seluruh penjuru dunia tanpa ada saingan. Ya bayangin aja, sekian persen penduduk Amrik yang awalnya menikmati musik mereka sendiri sekarang beralih ke Kpop. Otomatis pendapatan musik Amerika berkurang, pasar mereka berkurang. Belum lagi di negara lain. Apalagi sekarang Kpop sudah berani menggelar konser di UK dan USA, mengeluarkan album bahasa Inggris bahkan berkolaborasi dengan penyanyi tingkat internasional.
Coba bayangkan sekarang kalo kamu adalah musisi Amerika dan mulai kesulitan karena pengaruh Kpop di negaramu besar sekali. Kamu tentu kesal, pasarmu dicuri orang Asia. Padahal biasanya kamu mudah banget jual kemana aja.
Aku di sini sebagai fangirl Asia ikutan kesal sama tindakan UMG. Oke, wilayah Asia memang belum menjadi target pemblokiran, dan aku pikir UMG nggak berhak memblokir akses video di wilayah Asia. Dan pikirku... kalau memang benar Amerika adalah industri musik terbesar, kenapa mereka takut dengan Kpop? Okelah Kpop sekarang mendunia banget, strategi pemasarannya canggih. Tapi apakah mau Amerika jatuh, takut, dan akhirnya memblokir gitu aja? Mereka takut disaingi? Padahal asal tau aja, sekian persen Kpop itu ter-influence oleh musik Amerika. Percaya deh.
Aku pribadi bingung kalau mau berkomentar banyak. Di satu sisi, UMG nggak berhak memblokir karena Youtube, Dailymotion dll adalah ruang publik juga, siapapun boleh mengaksesnya dan mendapatkan informasi dari sana. Di satu sisi, musik Amerika kesannya minta dikasihani karena didatangi Kpop yang mungkin mulai mengancam kekuatannya.
Ya udah gitu aja

+-+YouTube.MP4_000056848.jpg)
+-+YouTube.MP4_000221888.jpg)








