Selasa, 10 September 2013

have you ever heard my problem?

No, I guess not

I realize I'm too afraid to share my problem with others
my biggest reason is I don't think they will listen, encourage and sooth me. I always listen to their problems and give them solution or at least a respond. I'm afraid they're see me as a tough person who can deal with her problems

have you ever imagined a lion cry?

yes I feel I have no one to share, even they will say "we can share". and it's too normal for me to keep silent forgetting my problem, or facing them alone. crying in silence in the night maybe the worst situation. I have a lovely family and kind hearted friends but I dont know I can't.... talk

in the end I always compare mine and their problem "oh I think mine isn't as big as their's"

#np Still I miss you by infinite on repeat

Sabtu, 03 Agustus 2013

hukum relativitas

halo :)
masih dalam suasana KKN, oh dan puasa. beberapa hari lagi lebaran. sebelumnya minal aidin wal fa'idzin dulu, mohon maaf lahir batin kalo aku ada salah ucap atau sempat menyinggung perasaan teman-teman, baik secara tulisan maupun lisan. Met idul fitri juga buat yang merayakan :D

iya, jadi judul postingan kali ini yaitu hukum relativitas. bukan, ini bukan hukum yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan itu. aku bahkan lupa hukum relativitas yang itu seperti apa. tapi kali ini aku mau cerita sedikit tentang pengalaman selama KKN, yang semua berkaitan dengan kata "relatif".

Jadi KKN itu kita harus menyatu dengan masyarakat dan teman-teman baru yang tentunya berbeda dengan kehidupan keseharian. Selain harus beradaptasi, juga harus bisa kontrol emosi dalam menyikapi segala perbedaan. Setiap peserta aku yakin juga mengalami masalah yang harus disikapi. Hmm sebenernya bukan masalah besar, ini tentang membuat keputusan. Kadang ada situasi di mana kamu mendapat pilihan untuk menentukan apakah kamu mau mengikuti perintah/ajakan teman-teman atau tidak. Ketika aku mengikuti kehendak mereka yang merupakan kehendak ku juga, pasti aku bilang iya. Namun ketika aku mendapat ajakan atau perintah, bahkan ajakan baik sekalipun, di saat aku tidak ingin melakukannya dan sama sekali tidak ada niat untuk melakukannya, aku akan bilang tidak. Bagaimanapun, aku berani bilang tidak. Tujuannya satu, aku nggak mau melakukan hal-hal yang di luar niat ku. Aku pribadi takut jika aku terpaksa melakukan suatu hal, aku bukanlah aku. Itu bukan diriku yang sebenarnya. Dan aku benci menjadi orang yang berpura-pura atau munafik. Yang paling tau tentang dirimu adalah dirimu sendiri.

Bilang tidak adalah caraku untuk menyikapi masalah seperti ini. Aku sadar aku tidak harus selalu meng-iya-kan perkataan orang lain. Terkesan egois, memang. Namun aku pribadi juga sadar bahwa keberadaanku di sini tidak 100% untuk mengabdi. Nggak mau munafik, KKN buatku untuk syarat wisuda aja. Sekalian mengabdi. Ilmu yang aku dapat di sini banyak, tapi pengalaman nggak enak juga banyak. Tapi tidak semua ajakan aku respon dengan "tidak", kadang aku tobat juga kalo ajakan teman-teman itu baik. Balik lagi ke awal, tergantung niat. Dan niatku tidak setiap hari baik.

Itu tadi masalah niat-nggaknya melakukan sesuatu yang mendapat kata "relatif". Sekarang, aku mau komentar tentang kesibukan. Tiap orang punya hobi, kesibukan dan urusan masing-masing. Tempat dan waktunya juga berbeda-beda. Ketika ada waktu luang, sebagian orang memilih untuk melakukan hobi dan sebagian lagi memilih untuk bepergian atau bertemu dengan teman bahkan keluarga. KKN ini, kita semua diberi free days selama 3 hari, entah H-3 atau H+3 lebaran. Dalam waktu free 3 hari, logikanya, aku nggak mungkin balik ke bekasi. PP jkt-jogja butuh waktu 9-10 jam. Aku pasti capek di jalan. Tiket kereta api juga habis, kalo masih ada pun juga selangit harganya. Jadi aku memutuskan turun dari lokasi KKN di gunungkidul ke kota jogja. Mungkin dengan jalan-jalan ke malioboro, mampir ke mall atau menikmati sepinya kosan bisa mengurangi stres. Bersantai itu kan tidak harus bersama-asma, tidak harus dikelilingi oleh orang lain. Pernah dengar istilah "me time"? ya, aku di lokasi KKN jarang-jarang dapet me time karena di sini kami tinggal serumah. Dengan berada di kos sendiri dan bebas jalan-jalan, aku ingin mendapatkan me time-ku kembali. Kebetulan nanti beberapa teman kuliah juga ikut turun ke jogja. Semoga kami bisa bertemu walau 1-2 jam. Aku kangen mereka!! Turunnya aku ke jogja merupakan hadiah untuk ku. Namun ada juga yang memilih untuk pulang ke kampung halamannya. Itu sah-sah saja karena rumahnya mudah dijangkau dan tidak membutuhkan waktu perjalanan yang terlalu lama dan ongkos yang besar. Memang, mereka menyarankanku untuk tetap berada di lokasi KKN karena ada beberapa teman yang juga stay di lokasi dan tidak pulang, daripada balik ke kosa dan kesepian. Tidak, menurutku yang selalu bisa mengisi waktu luang dngan hobi dan seorang penikmat sepi. Itu semua relatif, kawan. Menurutku, justru ada banyak sekali hal yang bisa aku lakukan dalam waktu 3 hari di jogja, walau sepi.

Itu aja yang bisa aku bagi malam ini. Oya, 31 agustus nanti infinite akan konser di jakarta. Akirnya T__T
aku udah pesen tiketnya. Semoga konsernya nggak batal ya, karena denger-denger yang beli tiket baru sedikit. Nanti pasti aku ceritain gimana serunya One Great Step in Jakarta di sini.

Annyeong!

Senin, 08 Juli 2013

aduh kok filmnya biasa banget ya

halo halo
ini lagi masa KKN, kepala agak pusing jadi memilih utnuk nonton film hasil copy-an dari HD temen. Barusan nonton film Korea "Mr. Idol" yang keluar tahun 2011 lalu. Dari awal agak nggak tertarik nonton karena pemainnya kurang kenal. Tapi daripada nonton drama yang harus ngikutin per episode jadi lebih baik nonton film.

Hmm, jujur menurutku filmnya nggak begitu bagus. Awalnya aku takut film ini jual Jay Park, dengan kata lain meningkatkan jumlah penonton dengan memasukkan idol di dalamnya padahal ceritanya biasa aja. Setelah nonton, yaa emang agak jual Jay Park sih. Begini, kalo kamu googling ketik Mr.Idol, yang keluar pasti poster filmnya, dan di dalam poster tersebut ada si Jay Park pake baju yang yaaaa bisa dibilang seksi bahkan badboy. Iya, awalnya aku mengalah dan akhirnya memutuskan untuk menonton film tsb karena terpancing dengan posternya. Ternyata oh ternyata, filmnya agak mellow ya. Di sini aku nggak mau nulis sinopsis, biar kalian tonton sendiri aja. Di sini aku cuma mau nulis tentang hal-hal yang, mungkin, kurang aku suka dalam film tersebut.

Jadi yang pertama itu tadi, jual Jay Park. Ya tau lah ya bagi yang suka kpop Jay Park itu siapa, idol yang dance-nya keren banget. Nilai jualnya tinggi kalo doi main film. Kostum di poster dan kostum di dalam filmnya jauh. Di filmnya, Jay Park jadi salah satu member boyband yang baru debut, and ofc he's the main dancer. Btw jadi itu boyband ada 4 orang, jelas Jay Park main dancer, terus pemeran utamanya itu jadi vokalis, trus yang satu jadi rapper. Nah yang satu lagi itu aku bilang agak nyampah karena posisinya nggak jelas dan emang nggak ada penekanan dalam film, entah dia jadi visual atau gimana. Toh kalo jadi visual juga masih lebih kece Jay Park dan main vocal-nya.

Kedua, eng ing eng banget kalo yang ini, ada 4 member UKISS dalam film. Dongho, Kiseob, Seohyun dan Hoon tceritanya bentuk boyband bernama Wonder Boys, nah WB ini saingannya boyband si Jay Park dkk. Pertanyaannya adalah kenapa harus UKISS? ya aku cukup suka UKISS walau akhir-akhir ini udah nggak ngikutin. Tapi ya kenapa harus mereka? kenapa harus 4 member itu? kenapa nggak pake kevin sama eli yang biasanya lebih menonjol? dan di dalam film tsb, ada scene dimana WB menang dalam sebuah music show. Woow, was that NH Ent's dream? yaaa agak ironi sih ya selama sekian tahun nggak pernah menang satu kali pun di music show dan menangnya malah di film. Itu pun ujung-ujungnya juga kalah lagi sama boybandnya Jay Park. Mungkiiiin NH Ent mau coba cara promosi baru dengan memasukkan sebagian anak buahnya di film, biar eksis gitu. Hm oke

Ceritanya biasa banget, layaknya kamu nonton Wonderful Radio. Aku nggak ngerti klimaks dari film ini dimana. Oya, di pertengahan menuju akhir film mereka ceritanya mengikuti Gayodaejun (festival musik akhir tahun) yang biasa diadakan oleh stasiun televisi di Korea. Oke, mereka pake inisial stasiun televisinya HBS, plesetannya lumayan lah. Nah setauku gayodaejun itu stage-nya gede banget, bahkan butuh beberapa stage agak semua artis bisa tampil secara urut. Nah di film ini stage-nya kecil banget, bahkan lebih kecil dari ukuran stage music show pada umumnya. Iya jadi itu seperti taman kota yang punya dudukan mengelilingi panggung terus diset menjadi sebuah stage. Kreatif sih, tapi kenapa harus gayodaejun? Kenapa nggak pake plesetan salah satu music show aja?

Mungkin salah satu alasan kenapa aku bertahan nonton film ini hingga selesai karena pemeran utamanya yang cowok (ngak hapal siapa namanya) mirip Lee Joon. Untuk yang suka film romance, film ini nggak terlalu menonjolkan sisi cinta-cintaan. Ada sih, dikit. Film ini lebih menunjukkan sisi perjuangan mencapai impian. 

Dari 1-10, aku kasih poin 5 untuk film ini. Jujur, biasa banget. Ini film yang tonton-hapus kalo kamu nonton di laptop dan HD-mu udah cukup penuh.

Senin, 10 Juni 2013

Bengong itu ternyata perlu ya

Kadang aku pribadi mengalami saat-saat di mana bukan waktunya untuk panik tapi pikiran ribet sendiri. Aku kadang diam beberapa saat sambil mikir, tapi nggak tau apa yang lagi dipikir. Rasanya ada sesuatu yang harus aku pikirin saat itu juga, tapi ketika aku tanya sama diriku sendiri apa yang lagi aku pikir, aku nggak tau. Iya, seperti ada yang nyuruh aku untuk buru-buru sehingga sering panik.

Malem ini sebenernya aku lagi nggak selo. Tadi ngerjain UAS take home komsetra tapi terpaksa nggak bisa ngerjain banyak-banyak dulu karena materinya harus dikonsultasikan ke dosen besok. Terus ngerjain laporan magang, tengah-tengah ngetik materi malah males. Akhirnya buka folder MV dan setel The Chaser dance version. Bengong. Aku ulang lagi. Bengong lagi. Bukan, bukan bengong liatin yang nyanyi. Bukan lagi ngapalin gerakan juga. Tapi sambil merenung. Biasanya aku merenung nggak tiap minggu dan momennya suka datang tiba-tiba. Kalo harus merenung pas makan, ya aku diam saat itu juga. Kadang kita butuh momen dimana kita mencari ketenangan sendiri dan berpikir pelan-pelan.

Boleh percaya boleh nggak, dari 1 jam lalu MV yang aku puter cuma 1 itu dan aku repeat mode: on. Jadi udah lebih dari 20 kali aku ulang dan sekarang, pas aku ngetik postingan ini, earphoneku masih muter musiknya. GOM playernya aku minimize sebentar. Dan mungkin ini akan berlanjut hingga 1 jam ke depan. Matiin lampu kamar, kunci pintu, tutup jendela. Pas merenung tadi tiba-tiba inget rumah. Oke mungkin kamu boleh sebut aku anak macam apa, tapi akhir-akhir ini aku makin males untuk pulang. Nggak ada semangat-semangatnya balik ke rumah seperti semester awal dulu. Tapi tadi pas nonton MV malah kepikiran pengen pulang, setidaknya nginjek lantai rumah dan liat bapak ibu. Itu aja. Terus tadi kepikiran tugas juga. Padahal UAS take home-nya nggak ada yang susah-susah amat. Tinggal dikerjain, ke perpus, cari referensi sana-sini, selesai. Tugas editing juga tinggal edit, toh tiap hari lab editing buka. Terus kepikiran KKN, masih abstrak banget nggak tau gambaran lokasi dan kegiatannya nanti. Terus inget isi timeline tadi sore yang sempet bikin aku agak misuh-misuh.Terus kepikiran nanti semester depan mau ngapain aja. Terus inget-inget kemarin habis ngapain, kemana, dll.

Ya kurang lebih seperti itu isi pikiranku kalo lagi diam. Ada banyak hal yang muncul di otak dalam waktu yang bersamaan kadang buat aku panik sendiri dan aku susah mengontrolnya. Kalo aku ngomong "aduh aku lagi mikir tapi nggak tau aku mikir apa", tolong maklumi ya. Sempet dulu ada yang merespon "kamu kenapa, Meg?" dan aku diam. Emang nggak tau. Momen-momen seperti ini yang aku butuh, merenung, walau kadang timing-nya nggak pas.

*lanjut merenung*

Minggu, 02 Juni 2013

Sur...Surpriiiiise

halo :)
Sudah sebulan nggak update blog jadi nggak enak.
Hmm oke, aku mau ngomong nulis sedikit tentang diriku yang juga baru aku sadari. Ini ada kaitannya sama judul di atas. Surpriiise~ =__=

Jadi minggu lalu aku sempet konsultasi sama ayahnya Kak Mega, kakak angkatanku di komunikasi. Tujuan awal mau mengurangi fobiaku dengan laba-laba. Yaa mulai ada perubahannya sih. Tadi pagi aku ketemu sama musuh bebuyutanku ini di kamar dan reaksiku lebih stabil, tapi tetep ambil obat serangga dan semprotin doi sampai tak berdaya :(

Sebelumnya aku ngerasa aku juga punya ketakutan yang aneh. Aku ngerasa takut sama gambar hewan dan tumbuhan yang berwarna dan ukurannya cukup besar. Aku hampir selalu tutup mata setengah tiap buka majalah Trubus, wikipedia, ensiklopedia atau buku biologi. Padahal gambarnya nggak kenapa-kenapa, gambar biasa. Tapi aku selalu takut untuk liat dengan waktu cepat (misal aku iseng buka buku biologi secara acak dan kebetulan halaman yang aku buka itu ada gambar bunga Rafflesia Arnoldi besar banget) dan saat itu jantungku rasanya mau copot. Kadang sampai keringat dingin dan pusing. Ini serius loh. Tiba-tiba suka kaget liat objek yang menurutku 'aneh' atau nggak biasa diliat di kehidupan sehari-hari. Setelah ditelusuri, aku orangnya gampang banget kaget. Jadi sebenernya bukan gambar atau objeknya, tapi timing-nya. Reaksiku akan beda kalo kamu nunjukin aku gambar ubur-ubur raksasa dengan tiba-tiba atau dengan perlahan. 

Ternyata aku nggak bisa dibikin kaget. Hmm mungkin kalo kamu mau coba kagetin aku dari belakang, aku nggak begitu kaget karena posisimu ada di belakangku. Tapi kalo kamu coba lempar sesuatu yang aku nggak tau persis apa wujudnya ke arah mukaku, aku bisa shock. Iya, di masa lalu aku banyak dikagetkan dengan hal-hal seperti itu dan itu bikin aku trauma. Aku baru inget waktu awal SMA aku di-chat sama temen yang iseng ngasih aku link untu dibuka. "Coba gedein volume speaker atau earphone kamu deh. Ini lagunya enak loh". Dengan polosnya aku pasang earphone dan menaikkan volume komputer. Tada...... ternyata itu link buat ngerjain orang. Itu loh, pas dibuka langsung ada muka serem banget trus suara teriakan serem. Saat itu juga aku nge-blank dan memutuskan untuk nggak mau ngobrol sama temenku itu lagi.

Ini sebenernya bukan aib sih. Yaa tiap orang punya keanehannya masing-masing. Aku hanya berbagi apa yang ada di diriku sekaligus ngasih tau ke temen-temen untuk jangan kagetin aku dengan cara apapun.  Jangan nambahin traumaku ya, hehe. Mungkin itu salah satu alasan kenapa aku paling nggak suka dikasih surprise sama orang lain.

bye...

Kamis, 18 April 2013

I know, Gyu. I know

You said the world outside isn't easy, right?
and I knew you're such a work hard person. I could tell by knowing you and your 6 buddies did dance practice 18 hours a day

The world outside isn't easy as it looks.
I know, Gyu. I know
Sometimes I realize that I haven't do anything even for me yet. For my future life
I'm still lacking at everything
But I'm fighting for my dream.

To be honest sometimes I was mad w/ my friends who couldn't do their own task and gave everything to me
I couldn't shout at them
Wishing they'll learn from what they did
The world isn't easy as it looks
Let the world show you how the reality works and you have to struggle for it
Let the world remind you how hard it is

Be responsible for yourself
You can't live properly if you're still like this, friends
At least train yourself to be pro

Thank you, Gyu, for reminding me that I should study. Thank you

Selasa, 09 April 2013

Dia Mengharapkan Perdamaian. Ada yang Salah?

Barusan baca artikel ini dan berpikir ulang.

Beberapa hari lalu Infinite menang di music show Inkigayo untuk kedua kalinya saat promo lagu Man in Love, dan untuk kelima kalinya menang jika dihitung dengan music show lainnya. Di akhir acara, seperti yang tertulis di artikel di atas, Sunggyu bilang kalau dia berterima kasih kepada semua member, Inspirits, CEO dan orang-orang dekat mereka. Sunggyu juga bilang semoga kedamaian dunia segera datang.

Saat itu, di timeline Twitter-ku penuh dengan update-an ucapannya Sunggyu. Beberapa fanbase internasional yang aku follow untuk beberapa menit membuat candaan dari ucapan Sunggyu tersebut. Mereka ber-LOL-ria dan seolah tidak menyangka jika Sunggyu, sebagai leader Infinite yang saat itu menang di music show, malah mengharapkan perdamaian dunia. Saat itu di bawah pengaruh tweet dari fanbase lain, aku juga ikut ketawa. "Ngapain deh Sunggyu ngomong gitu? Random amat."

Sekarang aku agak merasa bersalah sih ngetawain dia.

Bagaimana pun, walau dia artis dan momen untuk mengucapkannya kurang tepat, tapi dia tetap warga negara Korea Selatan, negara yang sedang dalam keadaan tidak aman karena mendapat ancaman dari Korea Utara. Ya aku nggak tau sih para admin dari fanbase itu orang Korea atau bukan. Tapi kalau di antara mereka ada yang orang Korea, seharusnya mereka bisa mengesampingkan sisi fangirl mereka dan berpikir sejenak tentang maksud pesannya Sunggyu. Itu dalem loh. Aku yang bukan orang Korea, yang negaraku tidak terlibat dengan perselisihan itu, cukup tersentuh sama ucapannya. Mungkin Sunggyu pribadi nggak terlalu mengurusi masalah tersebut. Toh dia juga tidak dalam wajib militer dan masih sibuk dengan kariernya. Tapi tetap aja, dia warga negara sana dan pasti merasa nggak aman. Bayangin, misal Indonesia sedang dibawah ancaman serangan nuklir yang bisa datang kapan aja, apa kamu nggak takut?

Sunggyu termasuk member yang jarang ngasih ucapan terima kasih. Tapi sekalinya dapat kesempatan, dia langsung bilang begitu :"

Mungkin aku terlalu menganggap serius masalah ini. Mungkin saat itu Sunggyu juga ngomong iseng aja. Tapi di balik omongannya, aku yakin ada maksud tertentu. Dia mengharapkan perdamaian.