iseng buka folder MV, klik Beautiful You - Tohoshinki.
sejak satu tahun lalu sampai sekarang, setiap denger atau nonton lagu atau PV itu, cuma bisa menghela napas. Nyesek, iya. Sedih, iya. Kesel, iya.
satu tahun lalu, selalu berhasil nangis tiap denger lagu ini
cuma bisa mikir, seandainya kata "beautiful" itu tidak ber-gender, tidak hanya diucapkan kepada kaum wanita.
you're such a beautiful man...
Sabtu, 10 Maret 2012
Rabu, 04 Januari 2012
bersyukur
ga tau mau bilang apa. gue udah ga sempet nulis di blog tentang ultah gue kemaren. dan sekarang terpaksa, mau ga mau, nulis di sini karena gue bingung mau nulis dimana lagi
sedih gila
kemaren, 4 januari 2012, ultah yang paling gue tunggu-tunggu karena gue melepas angka 1 sebagai puluhan di umur gue. tapi sorenya gue malah sempet nangis. ga bahagia sama sekali. beda sama 4 januari 2011 lalu.
dan sekarang tengah-tengah ngetik tugas gue juga ga bisa nahan tangis. gue pusing antara mikirin tugas, matkul yang kemungkinan gue ga boleh ikut uas, sakit hati, macem-macem. tapi jari gue haru tetep ngetik, harus mindahin mouse kesana kemari. mata yang berair harus bisa natap monitor sama buku. sampe semalem harus minum obat dan tidur lebih awal karena badan mulai ga fit.
gue mikir di umur yang setua ini gue masih aja emosional. masih aja suka egois. masih suka frontal jutekin orang.
tapi tiap selesai nangis gue selalu berpikir kalo seharusnya gue bersyukur masih punya temen-temen yang super baik. masih ada orang-orang yang inget gue.
tapi gue sedih karena gue masih punya orang yang paling gue benci. gue ga suka musuhin orang. tapi mau ga mau gue harus bilang gue benci sama orang itu
harusnya ga boleh gitu ya
oya, gue pengen jadi orang yang lebih baik dan berguna buat orang lain. selalu ada misi pada tiap orang untuk berbuat baik. kebanyakan dari mereka karena ingin dapat pahala, atau karena mereka bersugesti bahwa itu hari terakhir merkea hidup di dunia jadi kapan lagi bisa berbuat baik
gue punya misi sendiri
tiap hari gue bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang. gue tidak menganggap hari itu adalah hari terakhir gue hidup, tapi hari terakhir mereka, siapa pun yang gue temui, hidup.
entah itu temen yang udah akrab, entah itu pengamen, entah siapa pun orang yang ga dikenal, berusaha berbuat baik kepada mereka. itu hanya sugesti aja kalo hari itu hari terakhir mereka. tapi seandainya itu kenyataan? seandainya teman yang di siang harinya sempet ketemu tapi malemnya udah ga ada?
1. setidaknya kita bisa berbuat baik di hari terakhirnya
2. dia senang ternyata sampai di hari terakhir di masa hidupnya masih ada orang baik, dan itu kamu. dia akan sangat berterima kasih
itu aja. sekian
sedih gila
kemaren, 4 januari 2012, ultah yang paling gue tunggu-tunggu karena gue melepas angka 1 sebagai puluhan di umur gue. tapi sorenya gue malah sempet nangis. ga bahagia sama sekali. beda sama 4 januari 2011 lalu.
dan sekarang tengah-tengah ngetik tugas gue juga ga bisa nahan tangis. gue pusing antara mikirin tugas, matkul yang kemungkinan gue ga boleh ikut uas, sakit hati, macem-macem. tapi jari gue haru tetep ngetik, harus mindahin mouse kesana kemari. mata yang berair harus bisa natap monitor sama buku. sampe semalem harus minum obat dan tidur lebih awal karena badan mulai ga fit.
gue mikir di umur yang setua ini gue masih aja emosional. masih aja suka egois. masih suka frontal jutekin orang.
tapi tiap selesai nangis gue selalu berpikir kalo seharusnya gue bersyukur masih punya temen-temen yang super baik. masih ada orang-orang yang inget gue.
tapi gue sedih karena gue masih punya orang yang paling gue benci. gue ga suka musuhin orang. tapi mau ga mau gue harus bilang gue benci sama orang itu
harusnya ga boleh gitu ya
oya, gue pengen jadi orang yang lebih baik dan berguna buat orang lain. selalu ada misi pada tiap orang untuk berbuat baik. kebanyakan dari mereka karena ingin dapat pahala, atau karena mereka bersugesti bahwa itu hari terakhir merkea hidup di dunia jadi kapan lagi bisa berbuat baik
gue punya misi sendiri
tiap hari gue bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang. gue tidak menganggap hari itu adalah hari terakhir gue hidup, tapi hari terakhir mereka, siapa pun yang gue temui, hidup.
entah itu temen yang udah akrab, entah itu pengamen, entah siapa pun orang yang ga dikenal, berusaha berbuat baik kepada mereka. itu hanya sugesti aja kalo hari itu hari terakhir mereka. tapi seandainya itu kenyataan? seandainya teman yang di siang harinya sempet ketemu tapi malemnya udah ga ada?
1. setidaknya kita bisa berbuat baik di hari terakhirnya
2. dia senang ternyata sampai di hari terakhir di masa hidupnya masih ada orang baik, dan itu kamu. dia akan sangat berterima kasih
itu aja. sekian
Kamis, 29 Desember 2011
Simpel Tapi Ngena (Review Film: Eternal Summer)
Judul: Eternal Summer (Shèng
Xià Guāng Nián)
Pemain: Joseph Chang, Bryant Chang, Kate Yeung
Sutradara: Leste Chen
Tahun Produksi: 2006
Film yaoi.
Kata-kata itu yang pertama terlintas di pikiran saya ketika
tahu seperti apa cerita film ini. Jujur saya sudah lama membaca sinopsis
filmnya namun susah untuk mendapatkan filmnya. Sekarang setelah berhasil
mendapatkan film dan menontonnya, rugi rasanya bila tak berbagi.
Singkat cerita, Eternal Summer bercerita mengenai hubungan
Jonathan dan Shane yang tumbuh menjadi persahabatan karena sebuah perintah. Jonathan
sebagai sahabat-tapi-tidak-ikhlas-dan-selalu-direpotkan sudah memaklumi Shane
yang bandel sejak kecil. Namun Shane sangat menghargai Jonathan dan ia tidak
ingin kehilangan dirinya karena ia yangmenjadi teman pertamanya. Di tengah
cerita datanglah Carrie, sosok wanita satu-satunya yang dominan di cerita ini.
Cerita antara persahabatan dan percintaan mendominasi dari awal hingga akhir
film.
Ada beberapa scene yang saya suka dari film ini. Pertama,
ketika Jonathan kecil dipanggil ke ruang guru dan dinasehati bahwa ia dipercaya
untuk menjaga Shane. Jonathan yang statusnya sebagai ketua kelas tentu harus
menuruti perintah gurunya. Sejak perintah itu diberikan, ia mau tidak mau terus menemani Shane, walau
nilainya menurun akibat pengaruh buruk dari Shane. Tapi scene inilah asal mula
cerita dari film ini.
Kedua, ketika Jonathan stres dan duduk di bawah pohon. Tak
lama kemudian seorang lelaki berjas duduk di sebelahnya. Scene berikutnya
langsung ada di sebuah kamar dan Jo ‘dibaringkan’ oleh lelaki asing tersebut.
Scene berikutnya memperlihatkan Jo sudah terduduk di dalam bathub dengan
keringat di seluruh tubuhnya yang telanjang. Di sini saya atau penonton bisa
berasumsi yang macam-macam. Saya berasumsi bahwa lelaki asing tersebut adalah ‘pelanggan’
Jo. Namun apa pun asumsinya, melalui scene ini sutradara menegaskan prediksi
penonton yang dari awal cerita mengira Jo seorang homoseksual.
Ketiga, ketika Jo dan Shane melakukan hubungan intim di
kamar Jo. Jika dilihat dari scene tersebut, film ini memang diperuntukkan untuk
dewasa. Scene tersebut tidak terlalu lama namun saya dapat menangkap pesan
tersirat dari scene itu. Shane merasa dirinya bersalah karena sudah terlalu
lama dirinya merepotkan hidup Jo. Terakhir, ketika Jo akhirnya jujur kepada
Shane bahwa dia mencintainya dan Shane berkata bahwa Jo adalah teman
terbaiknya.
Saya suka film ini karena walau ceritanya cukup rumit dan
sedih, ada pelajaran yang bisa diambil. Pertama, film ini mengajarkan penonton
mengenai sebuah keputusan yang diambil akan berdampak pada hidup ke depan. Jo
dapat katakan ‘Tidak’ ketika gurunya memberi perintah. Apa pun yang telah
diambil harus berani menanggung resikonya. Kedua, dalam persabahatan yang
sesungguhnya tidak ada yang harus disembunyikan dan tak ada yang dirugikan.
Saya berpikir persahabatan mereka yang sesungguhnya baru dimulai ketika film
selesai, di mana kedua pihak mengakui apa yang mereka sembunyikan selama ini.
Apabila film seperti ini dibuat di Indonesia, mungkin akan
mendapatkan banyak protes terkait dengan adegan dewasa yang ada. Saya pribadi
sejujurnya tidak keberatan dengan adanya adegan dewasa selama itu diperlukan
dalam cerita dan memang dengan adegan seperti itulah pesan yang akan
disampaikan benar-benar sampai ke penonton. Tidak seperti film Indonesia yang
banyak diproduksi sekarang, banyak adegan dewasa namun inti ceritanya saja
tidak jelas.
Dibanding dengan film Arisan misalnya, yang sama-sama
mengangkat isu mengenai gay, film ini
berbeda. Arisan cenderung dikemas dengan kehidupan sosial ibukota dan
masalah-masalah probadi yang dialami oleh tiap karakter sehingga untuk isu gay sendiri kurang dalam. Eternal Summer
menghadirkan isu gay dalam kehidupan remaja yang masih labil, namun lebih dalam
dan menyentuh. Tak heran film ini menang
di berbagai penghargaan dan dinobatkan sebagai film Taiwan terbaik saat itu.
Shane (Heng Shou dalam
bahasa Cina) berarti matahari. Jonathan (Xing Zheng) berarti bumi. Carrie (Hui
Jia) berarti komet. Dan saya jadi tahu kenapa diberi judul Eternal Summer :)
Bagi yang penasaran seperti apa filmnya, ini trailernya
Tertarik?
Silakan download filmnya di sini
Jumat, 23 Desember 2011
I cried for the unknown people
entah kenapa gue ngerasa gampang banget nangisin orang yang bahkan gue ga tau dia siapa, tinggal di mana, dll. Semacam gue perhatiin seseorang di jalan, ga tau itu siapa, trus kepikiran sampe malemnya, tiba-tiba nangis. gue sering kayak gitu, tepatnya sejak SD. padahal belom tentu orang yang gue tangisin itu juga ngeliat ke gue saat itu juga
padahal gue orangnya dingin sama orang. yang udah gue kenal pun, termasuk temen-temen gue, sering gue jutekin.
orang-orang yang gue tangisin itu seringnya adalah orang tua yang sampai pada usia setua itu masih bekerja untuk cari uang, entah untuk menghidupi dirinya sendiri atau keluarga. *ini aja gue udah nahan air mata. cengeng ya*
gue kadang berpikir mungkin itu karena anak-anaknya yang udah ga mau ngurusin ortunya lalu 'dibuang' dan dia harus cari nafkah sendiri. kadang juga mikir mungkin itu karena mereka juga yang pada masa mudanya ga usaha keras sehingga di hari tua harus seperti itu.
tapi gue buang semua pikiran negatif itu
dulu pas SD gue sering nangis sendiri malem-malem sebelum tidur. Gue keinget sama nenek-nenek yang jualan gorengan macem bakwan sama tahu isi terus dikasih bumbu kacang itu (ga tau nama makanannya apaan). dagangannya laris kok, gue juga sering beli karena emang enak dan ngenyangin. mungkin kekurangannya karena dia jualan di pinggir jalan jadi kotor kena debu dll. ya namanya juga pedagang biasa gitu mana boleh masuk area sekolah selain di pinggir jalan?!
dan yang paling gue inget sampe sekarang itu yang di Monas, juni kemaren. waktu itu ada kpop event, lebih tepatnya beberapa fandom korea kumpul disitu buat flashmob. pas bubar acara, sore sekitar jam setengah 5, anak-anak udah bubar. masih ada yang foto-foto, macem-macem pokoknya. pas gue liat sekeliling, ada bapak-bapak, mungkin usianya 60-an, pake baju lurik jawa sama peci kalo ga salah inget, dia nari jawa atau apalah itu ga jauh dari area dimana kita ada. ada musiknya juga walau volumenya kecil.
gue mikir kalo gue, bahkan siapa pun yang masih ada di area itu bisa liat dia karena posisinya masih 1 area. gue yakin dia melakukan itu demi cari nafkah. dia nari, kita nonton, trus ngasih upah atau saweran, mungkin sistemnya seperti itu. tapi ga ada dari kita yang deketin bapak-bapak itu, bahkan termasuk gue. gue cuma termenung liatin dia dari jauh. jujur gue mau ngasih uang waktu itu tapi gue ga liat dia menaruh kaleng atau apa pun untuk tempat nao uang dari penonton. gue ragu.
mungkin baginya disitulah kesempatan bagus dia karena mumpung banyak orang. yah area Monas dipenuhi sekitar 1000 orang kan jarang-jarang juga. mungkin dia berharap karena ada banyak orang, rejekinya akan datang.
ga ada yang deketin dia saat itu. setidaknya sampai gue pulang.
ironi banget memang. anak muda sekarang, termasuk gue, lebih suka budaya pop luar dibanding yang dari negara sendiri. gue ga menyalahkan anak muda lain atau gue sendiri tentang itu, tapi setidaknya kita juga bisa menghormati orang-orang yang masih mempertahankan itu, apalagi yang sumber pendapatannya memang dari situ.
gue kagum sama itu bapak-bapak. semoga nanti kalo gue ke Monas gue ketemu dia lagi dan pengen ngobrol banyak sama dia.
padahal gue orangnya dingin sama orang. yang udah gue kenal pun, termasuk temen-temen gue, sering gue jutekin.
orang-orang yang gue tangisin itu seringnya adalah orang tua yang sampai pada usia setua itu masih bekerja untuk cari uang, entah untuk menghidupi dirinya sendiri atau keluarga. *ini aja gue udah nahan air mata. cengeng ya*
gue kadang berpikir mungkin itu karena anak-anaknya yang udah ga mau ngurusin ortunya lalu 'dibuang' dan dia harus cari nafkah sendiri. kadang juga mikir mungkin itu karena mereka juga yang pada masa mudanya ga usaha keras sehingga di hari tua harus seperti itu.
tapi gue buang semua pikiran negatif itu
dulu pas SD gue sering nangis sendiri malem-malem sebelum tidur. Gue keinget sama nenek-nenek yang jualan gorengan macem bakwan sama tahu isi terus dikasih bumbu kacang itu (ga tau nama makanannya apaan). dagangannya laris kok, gue juga sering beli karena emang enak dan ngenyangin. mungkin kekurangannya karena dia jualan di pinggir jalan jadi kotor kena debu dll. ya namanya juga pedagang biasa gitu mana boleh masuk area sekolah selain di pinggir jalan?!
dan yang paling gue inget sampe sekarang itu yang di Monas, juni kemaren. waktu itu ada kpop event, lebih tepatnya beberapa fandom korea kumpul disitu buat flashmob. pas bubar acara, sore sekitar jam setengah 5, anak-anak udah bubar. masih ada yang foto-foto, macem-macem pokoknya. pas gue liat sekeliling, ada bapak-bapak, mungkin usianya 60-an, pake baju lurik jawa sama peci kalo ga salah inget, dia nari jawa atau apalah itu ga jauh dari area dimana kita ada. ada musiknya juga walau volumenya kecil.
gue mikir kalo gue, bahkan siapa pun yang masih ada di area itu bisa liat dia karena posisinya masih 1 area. gue yakin dia melakukan itu demi cari nafkah. dia nari, kita nonton, trus ngasih upah atau saweran, mungkin sistemnya seperti itu. tapi ga ada dari kita yang deketin bapak-bapak itu, bahkan termasuk gue. gue cuma termenung liatin dia dari jauh. jujur gue mau ngasih uang waktu itu tapi gue ga liat dia menaruh kaleng atau apa pun untuk tempat nao uang dari penonton. gue ragu.
mungkin baginya disitulah kesempatan bagus dia karena mumpung banyak orang. yah area Monas dipenuhi sekitar 1000 orang kan jarang-jarang juga. mungkin dia berharap karena ada banyak orang, rejekinya akan datang.
ga ada yang deketin dia saat itu. setidaknya sampai gue pulang.
ironi banget memang. anak muda sekarang, termasuk gue, lebih suka budaya pop luar dibanding yang dari negara sendiri. gue ga menyalahkan anak muda lain atau gue sendiri tentang itu, tapi setidaknya kita juga bisa menghormati orang-orang yang masih mempertahankan itu, apalagi yang sumber pendapatannya memang dari situ.
gue kagum sama itu bapak-bapak. semoga nanti kalo gue ke Monas gue ketemu dia lagi dan pengen ngobrol banyak sama dia.
Selasa, 20 Desember 2011
My new hobby: Stalking
hmm...
barusan iseng buka salah satu blog temen di timeline yang ga deket juga sebenernya. tapi setelah baca malah galau sendiri gue. kadang kalo buka facebook suka iseng buka-buka photos temen yang ga pernah pasang fotonya sendiri. sering juga baca semua status dan wall yang masuk di fb temen.
mungkin ini ya enaknya stalking, bisa obrak-abrik apa yang mau diliat. ya itu kan konsekuensi berbagi di dunia maya. harus siap foto dan segalanya diobrak-abrik sama orang (dalam arti diliat aja loh ya, bukan dihack dll). kalo ga mau diliat ya ga usah pasang/nulis di internet, gampang kan?
lain kali perlu dicoba stalking seseorang, siapa kek gitu, secara langsung. perlu kayaknya
barusan iseng buka salah satu blog temen di timeline yang ga deket juga sebenernya. tapi setelah baca malah galau sendiri gue. kadang kalo buka facebook suka iseng buka-buka photos temen yang ga pernah pasang fotonya sendiri. sering juga baca semua status dan wall yang masuk di fb temen.
mungkin ini ya enaknya stalking, bisa obrak-abrik apa yang mau diliat. ya itu kan konsekuensi berbagi di dunia maya. harus siap foto dan segalanya diobrak-abrik sama orang (dalam arti diliat aja loh ya, bukan dihack dll). kalo ga mau diliat ya ga usah pasang/nulis di internet, gampang kan?
lain kali perlu dicoba stalking seseorang, siapa kek gitu, secara langsung. perlu kayaknya
:)
halo...ini postingan pertama gue.
hari ini gue ga masuk kuliah karena tadi ngantuk banget. sumpah kuliah jam 7 rasanya seberat itu. harusnya gue ga boleh gitu ya,
trus mau kontrol ke rumah sakit juga tentang kaki gue. Kenapa? beberapa hari lalu gue kepleset di puskor ugm dan tempurung lutut kiri gue pindah rumah alias geser. rasanya? silakan coba split dengan kaki kanan ke depan dan kaki kiri belakang semaksimal mungkin dan 'memaksa' kaki belakang untuk lurus hingga timbul bunyi "tek" dan liat lutut Anda. kalau sudah geser, Anda pasti tau rasanya gimana.
oya tujuan gue bikin blog ini (semoga blog yang kali ini beneran serius setelah beberapa kali bikin blog dan gagal dipertahankan) adalah untuk menuangkan semua uneg-uneg gue sebagai mahasiswa, kpoper, anak, teman, manusia, dan sebagainya. ya jadi jangan kaget kalo di sini gue bakal frontal, ya ga frontal amat sih, yang jelas begitu lah. #gajelas
udah ya. Pagi :)
hari ini gue ga masuk kuliah karena tadi ngantuk banget. sumpah kuliah jam 7 rasanya seberat itu. harusnya gue ga boleh gitu ya,
trus mau kontrol ke rumah sakit juga tentang kaki gue. Kenapa? beberapa hari lalu gue kepleset di puskor ugm dan tempurung lutut kiri gue pindah rumah alias geser. rasanya? silakan coba split dengan kaki kanan ke depan dan kaki kiri belakang semaksimal mungkin dan 'memaksa' kaki belakang untuk lurus hingga timbul bunyi "tek" dan liat lutut Anda. kalau sudah geser, Anda pasti tau rasanya gimana.
oya tujuan gue bikin blog ini (semoga blog yang kali ini beneran serius setelah beberapa kali bikin blog dan gagal dipertahankan) adalah untuk menuangkan semua uneg-uneg gue sebagai mahasiswa, kpoper, anak, teman, manusia, dan sebagainya. ya jadi jangan kaget kalo di sini gue bakal frontal, ya ga frontal amat sih, yang jelas begitu lah. #gajelas
udah ya. Pagi :)
Langganan:
Postingan (Atom)