masih mencari lebih banyak lagi grup musik baik dari dalam maupun luar negeri yang genrenya seperti grup:
Indonesia
maliq & d'essential, bunglon, ecoutez, mocca
Korea
clazziquai project, hourmelts, urban zakapa, 10cm, verbal jint, leessang, MFBTY, phantom
Jepang
perfume, meguro shoji
Western
Jamiroquai, avicii, daft punk, LMFAO, Ne Yo
yang warna ungu itu alirannya campuran antara elektronik sedikit, acid jazz, jazz, bossa nova, sama agak pop. Aku sendiri bingung bedanya jazz sama acid jazz itu gimana. Oya sebenernya grup Casker dari Korea juga bagus tapi nggak gitu suka sama suara vokal perempuan yang terlalu soft. Meguro shoji aku suka waktu dia ngiri soundtrack Persona
yang warna merah itu hip hop dan rap. Aku nggak gitu yakin sih genrenya MFBTY itu apa tapi mengarah ke hip hop juga, Kalo phantom agak pop juga
yang warna biru itu alirannya elektronik, disco, agak dance juga
yang oranye RnB. tapi belum terlalu nyari sih karena tergantung siapa penyanyinya. Selama ini baru suka Ne Yo
Jadi kalo ada yang mau kasih rekomendasi grup musik yang alirannya mirip seperti grup-grup di atas, aku berterima kasih banget loh :')
Minggu, 10 Maret 2013
Continuity #1: 60 Seconds by Kim Sunggyu
Siang :D
Mulai sekarang mau coba menulis tentang continuity, atau bisa dibilang kontinuitas dari sebuah scene baik dalam music video, iklan, film dan produk audio visual lainnya. Hal ini penting dalam sinematografi atau saat shooting film agar penonton nggak bingung dan adanya kelanjutan dari satu shot ke shot lain. Ya itu tadi, kontinuitas. Sebenernya udah lama hobi mengamati detil dari tiap scene video yang ada dan udah berhasil menemukan beberapa tapi karena nggak ditulis jadi lupa film dan music video apa aja yang ada 'cacat'nya.
Kebetulan siang ini lagi nonton music video Kim Sunggyu yang judunya 60 Seconds. Baru selesai download dan langsung diputar. Ini videonya
Nonton di scene awal langsung menemukan kesalahan
Mmm...udah sih itu aja sebenernya .__.
Cerita di music video-nya emang agak bikin bingung, tapi berkat baca review dari sini jadi tau ceritanya. Kurang lebih begitu
Mulai sekarang mau coba menulis tentang continuity, atau bisa dibilang kontinuitas dari sebuah scene baik dalam music video, iklan, film dan produk audio visual lainnya. Hal ini penting dalam sinematografi atau saat shooting film agar penonton nggak bingung dan adanya kelanjutan dari satu shot ke shot lain. Ya itu tadi, kontinuitas. Sebenernya udah lama hobi mengamati detil dari tiap scene video yang ada dan udah berhasil menemukan beberapa tapi karena nggak ditulis jadi lupa film dan music video apa aja yang ada 'cacat'nya.
Kebetulan siang ini lagi nonton music video Kim Sunggyu yang judunya 60 Seconds. Baru selesai download dan langsung diputar. Ini videonya
Nonton di scene awal langsung menemukan kesalahan
Sekitar menit 00:10-00:12 ada adegan Myungsoo mau lipat payung. Bisa diliat ya di atas kalo payungnya itu kering, sama sekali nggak ada tetesan air di ujung-ujungnya
Beberapa detik kemudian ceritanya Myungsoo sudah berhasil melipat payungnya. Tapi kok ada air? Air datang dari mana? Shot pertama di video memang tetesan air hujan. Kalau Myungsoo ceritanya pakai payung saat hari hujan dan ternyata cuaca kembali cerah sehingga dia harus melipat payungnya, kenapa pas mau dilipat tadi (gambar 1) sama sekali nggak ada air? Waaah
Mmm...udah sih itu aja sebenernya .__.
Cerita di music video-nya emang agak bikin bingung, tapi berkat baca review dari sini jadi tau ceritanya. Kurang lebih begitu
Sabtu, 09 Maret 2013
T_______T
malam ini bete-nya lagi numpuk. nggak, nggak ada hubungannya sama mubank
pertama, lagi nggak bisa mikir buat garap tugas.tugasnya disuruh buat kartu ucapan ulang tahun ke rekan kerja sama surat ucapan hari jadi ke perusahaan rekanan. dua-duanya belum digarap, padahal deadline senin pagi.
kedua, ngantuk. ini ayah lagi di kos, lagi ada perlu di jogja jadi numpang tidur di kos selama dua hari. besok pagi harus udah balik ke jakarta. malam ini rencananya diajakin makan, tapi karena nggak ada kendaraan jadi nggak jadi makan. sebenernya sih nggak apa-apa. tapi gue suntuk di kosan doang
ketiga, gue ngantuk tapi nggak mau tidur
keempat, dari tadi cuma bisa liatin timeline di depan laptop. nggak bisa fangirling, buka tumblr dll karena ada ortu
kelima, dan yang crucial, gue ngerasa udah bosen sama yang namanya kuliah. apa yang gue dapet di kampus berbeda dengan kenyataan di luar sana. kalo gitu, kenapa dari awal nggak diajarin sekalian yang persis dengan kenyataan di luar? untuk apa lama-lama ber-idealis tinggi kalo nyatanya pas di luar nanti kita juga yang ditundukkan oleh 'mereka'
udah
malam ini bete-nya lagi numpuk. nggak, nggak ada hubungannya sama mubank
pertama, lagi nggak bisa mikir buat garap tugas.tugasnya disuruh buat kartu ucapan ulang tahun ke rekan kerja sama surat ucapan hari jadi ke perusahaan rekanan. dua-duanya belum digarap, padahal deadline senin pagi.
kedua, ngantuk. ini ayah lagi di kos, lagi ada perlu di jogja jadi numpang tidur di kos selama dua hari. besok pagi harus udah balik ke jakarta. malam ini rencananya diajakin makan, tapi karena nggak ada kendaraan jadi nggak jadi makan. sebenernya sih nggak apa-apa. tapi gue suntuk di kosan doang
ketiga, gue ngantuk tapi nggak mau tidur
keempat, dari tadi cuma bisa liatin timeline di depan laptop. nggak bisa fangirling, buka tumblr dll karena ada ortu
kelima, dan yang crucial, gue ngerasa udah bosen sama yang namanya kuliah. apa yang gue dapet di kampus berbeda dengan kenyataan di luar sana. kalo gitu, kenapa dari awal nggak diajarin sekalian yang persis dengan kenyataan di luar? untuk apa lama-lama ber-idealis tinggi kalo nyatanya pas di luar nanti kita juga yang ditundukkan oleh 'mereka'
udah
Jumat, 08 Maret 2013
Money Oriented?
Hai
One of my favorite korean group will perform on Music Bank in Jakarta tonight. Aku nggak dateng karena dari awal kurang tertarik sama artis-artisnya dan lagi nggak ada uang juga. Sekarang lagi menabung untuk Invasion-nya Infinite, padahal belum tahu kapan mereka mau tour dan datang ke Indonesia. Selain itu aku juga nggak suka nonton konser yang banyak artisnya. Sebagian orang suka karena itu 'nonton hemat' sekali bayar bisa menikmati performa banyak artis, tapi bagiku dan beberapa orang konser seperti itu jadi nggak total, nggak bisa fokus sama grup yang disuka.
Oke, sekarang aku nulis bukan untuk bahas Mubank. Tadi pagi promotor Mubank yaitu BigDaddy nge-tweet tentang kehadiran Infinite di salah satu program televisi nasional besok Minggu. Setahuku Infinite memang akan balik ke Korea pada Minggu malam. Sempat bingung juga, "Ngapain mereka pas hari Minggu? Kenapa nggak langsung pulang aja?" Dan pertanyaan itu terjawab tadi pagi. Iya, promotornya sendiri yang bilang kalau mereka akan tampil (entah cuma interview atau nyanyi juga) di salah satu stasiun televisi nasional.
Kita semua tahu kalau di Indonesia ada sebuah program musik yaitu Dahsyat di stasiun televisi RCTI yang sudah langganan memanggil artis luar negeri yang datang ke Indonesia sebagai bintang tamu mereka. Semua sudah tahu itu. Dan selama ini tanggapan dari teman-teman yang artis favoritnya dijadikan bintang tamu di program itu cenderung negatif. Kenapa? Beragam alasannya. Aku pribadi jarang menonton televisi, tapi jika ditanya mengapa teman-teman bereaksi negatif, aku bisa jawab. Toh kadang aku juga menonton acara itu juga. Dari banyak opini yang telah aku dengar, mereka mengeluhkan MC-nya. Aku nggak usah sebut nama, teman-teman pasti sudah tahu siapa orangnya dan bagaimana karakternya ketika membawakan acara.
Awalnya aku berusaha nggak percaya kalau Infinite akan datang ke Dashyat walau feeling itu selalu ada. Kata teman, mungkin aja tampil di TransTV karena mereka adalah media partner dari Mubank. Oke, aku cukup lega. Aku lega bukan karena tampil di stasiun mana, tapi tampil di acara apa sehingga aku bisa memerkirakan apa yang akan dilakukan oleh Infinite dan program itu sendiri. Tadi aku sempat keluar beli oleh-oleh untuk dibawa ayahku pulang ke Jakarta. Di jalan sempat online Twitter juga dan mendapat kabar bahwa Infinite beneran datang ke Dahsyat besok.
Okay. I barely have respond. I just..... damn. I hate it
Pemikiran pertama yang muncul di kepalaku
"MNC do know how to increase their own program rating"
Aku nggak ngerti. Kok bisa, media partner-nya bukan mereka tapi artis yang bukan mereka dukung malah tampil di stasiun televisi mereka? Setelah dipikir-pikir media partner konser sama kontrak artis mau kemana besoknya itu nggak ada hubungannya. Mungkin Trans hanya me-support konsernya dan RCTI lebih dulu membuat kontrak dengan Infinite untuk datang sebagai bintang tamu di Dahsyat. Maka dari itu mereka baru akan pulang dari Jakarta Minggu malam.
Sip. Masalah media selesai.
Sekarang, yang masih buat teman-teman shock dan merengek-rengek di timeline adalah program acaranya. "Kenapa harus Dashyat?" "Gue ga rela!" "Nanti kalo Myungsoo diapa-apain sama MC-nya gimana?" dan banyak komentar negatif lainnya. Tapi lihat kan, bisa diambil simpulan bahwa banyak orang yang kurang menyukai program ini karena MC-nya.
Aku nggak mau menjelaskan kelakuan MC-nya gimana karena aku jarang nonton dan males juga jelasinnya -____-
Tapi sempat terpikir nggak, kok MC-nya nggak diganti sih, atau gimana gitu?
Balik ke judul. Yes. Money oriented. Bukannya masyarakat Indonesia sukanya tontonan yang buat ketawa? Ya apa aja, mau ejek-ejekan, mau marah-marahan, marah beneran, ngapain aja pokoknya bisa buat ketawa itu pasti disuka. Pasti yang nonton banyak. Pas ditanya acara itu tentang apa dan apa esensinya, malah bingung. Heran...
Dan orang-orang yang bisa buat ketawa itulah yang dipertahankan media. Tahu kan bahwa si MC pernah ditegur beberapa kali oleh KPI? Tapi kenapa kok masih aja nongol di televisi? Karena mereka-lah mesin uang media. Segala perbuatan negatif yang dilakukan orang dalam acara itu, baik MC, musisi, cameraman dll adalah tanggung jawab media atau acara tersebut karena orang-orang itu dipakai dan dibayar untuk program mereka.
Aku jadi ingat kelas Program Siaran TV di kampus "produk televisi diciptakan atas dua hal, money oriented atau quality oriented. Dan produk yang diciptakan atas keduanya itu jarang dan susah diwujudkan."
Sebenarnya Dahsyat itu oke-oke aja kalau menurutku. Aku pribadi nggak menuntut program musik di Indonesia sebaik di Korea yang model panggung tiap artis berbeda sehingga ada yang harus dilakukan live, ada yang delayed live (acara direkam beberapa jam sebelum disiarkan sehingga masih ada kesempatan untuk editing/sensor), harus nggak lipsync dll. Hanya satu, aku ingin image program musik Indonesia itu membaik. Oke lah kalau dari segi visual (tata panggung) dan musik (lipsync/nggak) disampingkan sejenak dan fokus pada attitude dari pembawa acaranya. Secara nggak sadar pembawa acara itu wajah program/ Orang biasanya menonton suatu program televisi yang dilihat pertama kali adalah pembawa acaranya. Yah kalian tahu omonganku ini akan mengarah ke mana (mulai capek ngetik)
Dahyat itu oke aja kalau pembawa acaranya berperilaku sesuai dengan harapan masyarakat. Sebaiknya sebuah program terkenal karena konsepnya, bukan attitude yang dimiliki pembawa acara.
dadah~
Senin, 04 Maret 2013
[Review] Dunia Sophie: Bahagia Itu Sederhana
Judul:
Dunia Sophie
Pengarang:
Jostein Gaarder
Jenis
buku: Novel fiksi
Penerbit:
PT. Mizan Pustaka
Bahasa:
Indonesia
Tahun
terbit: 1996 (cetakan pertama)
Jumlah
halaman: 561 halaman
Filsafat
sering dianggap sebagai sebuah ilmu yang sulit dipahami oleh orang lain.
Membutuhkan pemikiran yang mendalam dan waktu yang tidak singkat untuk
mempelajari filsafat menjadi alasan utama orang enggan mempelajarinya. Namun
penulis asal Norwegia, Joestin Gaarder, berhasil mengemas sejarah dan pemikiran
seputar filsafat dalam karya fiksi yang mudah dimengerti bahkan bagi orang yang
tidak menyukai filsafat. Tidak heran bila novel berjudul asli Sofie’s Verden ini sangat diminati
banyak orang hingga menjadi megabestseller
novel di kancah internasional dan telah diterjemahkan ke dalam tiga puluh
lima bahasa.
Dunia
Sophie menceritakan tentang Sophie Amundsend, gadis Norwegia berusia 14 tahun
yang menerima surat dari orang tidak dikenal saat dirinya melihat tumpukan
surat di kotak pos rumahnya. Surat tanpa nama pengirim yang ditujukan pada
dirinya berisi pertanyaan-pertanyaan filosofis seperti “Siapa kamu?”, “Dari
mana datangnya dunia?” dan sebagainya. Setiap hari Sophie menerima surat
misterius yang berisi pelajaran-pelajaran seputar filsafat. Tidak lama kemudian
Sophie akhirnya bertatap muka langsung dengan Alberto Knox, pria berusia 50
tahun yang selalu mengirimkan Sophie surat.
Alberto
dan Sophie dibingungkan dengan Albert Knag dan Hilde Moller Knag, dua sosok
yang tidak pernah mereka temui. Sophie dan Alberto tahu bahwa Hilde adalah anak
dari Albert, dan selalu mendapatkan kartu pos dari Albert untuk Hilde yang
dialamatkan ke rumah Sophie. Alberto dan Sophie semakin resah ketika mereka
merasa keberadaan Albert, yang dalam kartu pos menunjukkan bahwa dirinya
tinggal di Lebanon, sangat dekat dengan mereka seolah-olah dia tahu mengenai
apapun. Albert seolah-olah seperti Tuhan. Namun pada akhir cerita terungkap
bahwa Sophie dan Alberto adalah sosok buatan Hilde dan Albert, bukan sosok
utama dalam novel filsafat ini.
Ada
beberapa hal menarik dalam novel ini. Pertama, Dunia Sophie dipenuhi analogi-analogi yang sederhana dan mudah
untuk dibayangkan namun sesuai dengan pemikiran filsafat yang diberikan. Jika
dibandingkan dengan isi novel, penulis seolah menjadi Alberto yang akan
membagikan pengetahuannya kepada Sophie, yang tidak lain adalah pembaca. Pembaca
layaknya Sophie, diposisikan sebagai pihak yang tidak tahu apa-apa mengenai
filsafat. Penyampaian materi yang sulit dipahami tidaklah mudah dan Gaarder
layaknya guru TK membimbing perlahan jalan pikiran pembaca (yang posisinya seperti
siswa) dengan dialog dua arah.
Kedua,
Gaarder tidak hanya memenuhi karyanya dengan pemikiran ala Plato hingga Freud
tapi juga menyisipkan misteri dan kehidupan sehari-hari layaknya novel remaja.
Pencarian sosok Albert dan Hilde merupakan salah satu contoh misteri yang
terkandung dalam cerita ini. Pembaca diajak untuk memiliki rasa penasaran, ikut
berpikir bersama Sophie dan Alberto. Selain itu, Gaarder juga menampilkan
aktivitas sehari-hari Sophie sebagai remaja. Percakapan dengan sahabatnya, pertengkaran
kecil dengan ibunya yang mencurigai Sophie sedang jatuh cinta membuat novel ini
tidak hanya untuk dibaca orang dewasa. Bahkan dengan adegan-adegan tersebut,
novel ini terkesan “semua umur”.
Karya
yang memiliki banyak keunggulan juga tidak bisa lepas dari kekurangan. Jika
dibaca secara keseluruhan, cara Alberto menjelaskan berbagai konsep dan sejarah
filsafat kepada Sophie terkesan monoton, dalam arti terdiri dalam kalimat
langsung yang panjang dan bahasanya yang lebih mirip dengan bacaan dalam buku
sejarah. Novel ini memang berbeda dengan novel kebanyakan yang bisa dibaca
dengan cepat. Pembaca tidak bisa melewati kejadian dan pemikiran yang butuh
pemahaman lebih dalam. Bagaimanapun juga, Dunia
Sophie bukan “novel ringan” yang dapat dibaca sambil lalu.
Filsafat
bukan sekedar menghapal para filsuf dan karyanya, bukan juga sekedar mengetahui
sejarah perkembangannya. Tujuan utama para filsuf dan orang-orang yang menekuni
filsafat adalah agar merasa bahagia sebagai manusia dan memahami makna hidup
sebenarnya. Tidak sedikit orang yang masa bodoh dengan apa yang telah terjadi
di sekitar dan menerima apa adanya seolah semua terjadi dari sananya. Namun
mempelajari filsafat berarti mencari tahu makna di balik apa-apa yang terlihat
biasa, menyelami arti dari sebuah peristiwa, menemukan jati diri sehingga
menjadi manusia yang bahagia dengan apa yang dimilikinya.
Novel
filsafat memang belum banyak jumlahnya. Namun Dunia Sophie bisa menjadi alternatif pilihan untuk memahami dunia
filsafat dari dasar. Novel ini dapat dijadikan sebagai bahan bacaan wajib untuk
pelajar agar lebih mudah memahami sejarah dan terbiasa berpikir kritis dalam
menyikapi fenomena yang terjadi di sekitarnya. Novel ini recommended untuk orang yang menyukai cerita fiksi yang berbobot
dan mengutamakan esensi dari sebuah karya sastra.
Minggu, 03 Maret 2013
Cactus
It's raining outside
Here I am sitting in front of my notebook, doing my review of Dunia Sophie (well, I'll post it in here too) and listening to "Cactus" by Infinite's Woohyun and Lucia on repeat. I downloaded the mp3 few days ago. It's nice song, really. Well, I don't like ballad or romantic-melody-song, but this one is quite easylistening.
Here's the music video
I just found and read the lyric, it's like cactus impersonation. I only put the English translation here because I don't really care about the Romaji one and it's not kind of song that I'll sing to
Here I am sitting in front of my notebook, doing my review of Dunia Sophie (well, I'll post it in here too) and listening to "Cactus" by Infinite's Woohyun and Lucia on repeat. I downloaded the mp3 few days ago. It's nice song, really. Well, I don't like ballad or romantic-melody-song, but this one is quite easylistening.
Here's the music video
I just found and read the lyric, it's like cactus impersonation. I only put the English translation here because I don't really care about the Romaji one and it's not kind of song that I'll sing to
Put me in a place where the sun comes in well
And just don’t forget about me
once a month
Give me just enough water
I might seem heartless because
of my cold appearance
I might seem dark because
I’m covered with thorns
But don’t worry
Because pretty flowers
will bloom out of me
of my cold appearance
I might seem dark because
I’m covered with thorns
But don’t worry
Because pretty flowers
will bloom out of me
On days when your heart is hurt
When tears fall for no reason
Remember me
I’ll be a small comfort to you
When tears fall for no reason
Remember me
I’ll be a small comfort to you
Shed your tears on top of my head
Even your upset heart
Until your smile shines on you
I will drink it in silently
Even your upset heart
Until your smile shines on you
I will drink it in silently
When that becomes the day we are together
When that becomes the day
that will never come back
I will hold onto your tears that I’ve kept
And stand in the Spring
When that becomes the day
that will never come back
I will hold onto your tears that I’ve kept
And stand in the Spring
On days when your heart is hurt
When tears fall for no reason
Remember me
I’ll be a small comfort to you
When tears fall for no reason
Remember me
I’ll be a small comfort to you
Shed your tears on top of my head
Even your upset heart
Until your smile shines on you
I will drink it in silently
Even your upset heart
Until your smile shines on you
I will drink it in silently
When that becomes the day we are together
When that becomes the day
that will never come back
I will hold onto your tears that I’ve kept
And stand in the Spring
When that becomes the day
that will never come back
I will hold onto your tears that I’ve kept
And stand in the Spring
Stand in the Spring
Stand in the Spring
Stand in the Spring
Stand in the Spring
Stand in the Spring
cr: kromanized.com
I actually surprised when listened it. Wow, is this Woohyun's soothing voice?
He's my bias in Infinite, FYI, and he's usually use his power voice while singing Infinite songs (just like the way he sing his part on The Chaser or Paradise). And the point is I do really love his voice T__T
Well Woohyun, do whatever you want. Toss your cheesy heart shaped love as you can
bye
Langganan:
Postingan (Atom)


