Senin, 04 Maret 2013

[Review] Dunia Sophie: Bahagia Itu Sederhana



Judul: Dunia Sophie
Pengarang: Jostein Gaarder
Jenis buku: Novel fiksi
Penerbit: PT. Mizan Pustaka
Bahasa: Indonesia
Tahun terbit: 1996 (cetakan pertama)
Jumlah halaman: 561 halaman

Filsafat sering dianggap sebagai sebuah ilmu yang sulit dipahami oleh orang lain. Membutuhkan pemikiran yang mendalam dan waktu yang tidak singkat untuk mempelajari filsafat menjadi alasan utama orang enggan mempelajarinya. Namun penulis asal Norwegia, Joestin Gaarder, berhasil mengemas sejarah dan pemikiran seputar filsafat dalam karya fiksi yang mudah dimengerti bahkan bagi orang yang tidak menyukai filsafat. Tidak heran bila novel berjudul asli Sofie’s Verden ini sangat diminati banyak orang hingga menjadi megabestseller novel di kancah internasional dan telah diterjemahkan ke dalam tiga puluh lima bahasa.
Dunia Sophie menceritakan tentang Sophie Amundsend, gadis Norwegia berusia 14 tahun yang menerima surat dari orang tidak dikenal saat dirinya melihat tumpukan surat di kotak pos rumahnya. Surat tanpa nama pengirim yang ditujukan pada dirinya berisi pertanyaan-pertanyaan filosofis seperti “Siapa kamu?”, “Dari mana datangnya dunia?” dan sebagainya. Setiap hari Sophie menerima surat misterius yang berisi pelajaran-pelajaran seputar filsafat. Tidak lama kemudian Sophie akhirnya bertatap muka langsung dengan Alberto Knox, pria berusia 50 tahun yang selalu mengirimkan Sophie surat.
Alberto dan Sophie dibingungkan dengan Albert Knag dan Hilde Moller Knag, dua sosok yang tidak pernah mereka temui. Sophie dan Alberto tahu bahwa Hilde adalah anak dari Albert, dan selalu mendapatkan kartu pos dari Albert untuk Hilde yang dialamatkan ke rumah Sophie. Alberto dan Sophie semakin resah ketika mereka merasa keberadaan Albert, yang dalam kartu pos menunjukkan bahwa dirinya tinggal di Lebanon, sangat dekat dengan mereka seolah-olah dia tahu mengenai apapun. Albert seolah-olah seperti Tuhan. Namun pada akhir cerita terungkap bahwa Sophie dan Alberto adalah sosok buatan Hilde dan Albert, bukan sosok utama dalam novel filsafat ini.
Ada beberapa hal menarik dalam novel ini. Pertama, Dunia Sophie dipenuhi analogi-analogi yang sederhana dan mudah untuk dibayangkan namun sesuai dengan pemikiran filsafat yang diberikan. Jika dibandingkan dengan isi novel, penulis seolah menjadi Alberto yang akan membagikan pengetahuannya kepada Sophie, yang tidak lain adalah pembaca. Pembaca layaknya Sophie, diposisikan sebagai pihak yang tidak tahu apa-apa mengenai filsafat. Penyampaian materi yang sulit dipahami tidaklah mudah dan Gaarder layaknya guru TK membimbing perlahan jalan pikiran pembaca (yang posisinya seperti siswa) dengan dialog dua arah.
Kedua, Gaarder tidak hanya memenuhi karyanya dengan pemikiran ala Plato hingga Freud tapi juga menyisipkan misteri dan kehidupan sehari-hari layaknya novel remaja. Pencarian sosok Albert dan Hilde merupakan salah satu contoh misteri yang terkandung dalam cerita ini. Pembaca diajak untuk memiliki rasa penasaran, ikut berpikir bersama Sophie dan Alberto. Selain itu, Gaarder juga menampilkan aktivitas sehari-hari Sophie sebagai remaja. Percakapan dengan sahabatnya, pertengkaran kecil dengan ibunya yang mencurigai Sophie sedang jatuh cinta membuat novel ini tidak hanya untuk dibaca orang dewasa. Bahkan dengan adegan-adegan tersebut, novel ini terkesan “semua umur”.
Karya yang memiliki banyak keunggulan juga tidak bisa lepas dari kekurangan. Jika dibaca secara keseluruhan, cara Alberto menjelaskan berbagai konsep dan sejarah filsafat kepada Sophie terkesan monoton, dalam arti terdiri dalam kalimat langsung yang panjang dan bahasanya yang lebih mirip dengan bacaan dalam buku sejarah. Novel ini memang berbeda dengan novel kebanyakan yang bisa dibaca dengan cepat. Pembaca tidak bisa melewati kejadian dan pemikiran yang butuh pemahaman lebih dalam. Bagaimanapun juga, Dunia Sophie bukan “novel ringan” yang dapat dibaca sambil lalu.
Filsafat bukan sekedar menghapal para filsuf dan karyanya, bukan juga sekedar mengetahui sejarah perkembangannya. Tujuan utama para filsuf dan orang-orang yang menekuni filsafat adalah agar merasa bahagia sebagai manusia dan memahami makna hidup sebenarnya. Tidak sedikit orang yang masa bodoh dengan apa yang telah terjadi di sekitar dan menerima apa adanya seolah semua terjadi dari sananya. Namun mempelajari filsafat berarti mencari tahu makna di balik apa-apa yang terlihat biasa, menyelami arti dari sebuah peristiwa, menemukan jati diri sehingga menjadi manusia yang bahagia dengan apa yang dimilikinya.
Novel filsafat memang belum banyak jumlahnya. Namun Dunia Sophie bisa menjadi alternatif pilihan untuk memahami dunia filsafat dari dasar. Novel ini dapat dijadikan sebagai bahan bacaan wajib untuk pelajar agar lebih mudah memahami sejarah dan terbiasa berpikir kritis dalam menyikapi fenomena yang terjadi di sekitarnya. Novel ini recommended untuk orang yang menyukai cerita fiksi yang berbobot dan mengutamakan esensi dari sebuah karya sastra.

Minggu, 03 Maret 2013

Cactus

It's raining outside

Here I am sitting in front of my notebook, doing my review of Dunia Sophie (well, I'll post it in here too) and listening to "Cactus" by Infinite's Woohyun and Lucia on repeat. I downloaded the mp3 few days ago. It's nice song, really. Well, I don't like ballad or romantic-melody-song, but this one is quite easylistening.

Here's the music video


I just found and read the lyric, it's like cactus impersonation. I only put the English translation here because I don't really care about the Romaji one and it's not kind of song that I'll sing to


Put me in a place where the sun comes in well

And just don’t forget about me
once a month
Give me just enough water

I might seem heartless because
of my cold appearance
I might seem dark because
I’m covered with thorns
But don’t worry
Because pretty flowers
will bloom out of me
On days when your heart is hurt
When tears fall for no reason
Remember me
I’ll be a small comfort to you
Shed your tears on top of my head
Even your upset heart
Until your smile shines on you
I will drink it in silently
When that becomes the day we are together
When that becomes the day
that will never come back
I will hold onto your tears that I’ve kept
And stand in the Spring
On days when your heart is hurt
When tears fall for no reason
Remember me
I’ll be a small comfort to you
Shed your tears on top of my head
Even your upset heart
Until your smile shines on you
I will drink it in silently
When that becomes the day we are together
When that becomes the day
that will never come back
I will hold onto your tears that I’ve kept
And stand in the Spring
Stand in the Spring
Stand in the Spring
Stand in the Spring
cr: kromanized.com

I actually surprised when listened it. Wow, is this Woohyun's soothing voice?
He's my bias in Infinite, FYI, and he's usually use his power voice while singing Infinite songs (just like the way he sing his part on The Chaser or Paradise). And the point is I do really love his voice T__T

Well Woohyun, do whatever you want. Toss your cheesy heart shaped love as you can

bye

Rabu, 09 Januari 2013

Lagu damai

Sore ini agak selo, minimal masih bisa santai dengerin lagu sambil iseng browsing apa aja. Berhubung lama nggak dengerin lagu Jepang, akhirnya semua lagu Jepang diputer mulai dari soundtrack anime, jpop, jrock, sampai lagu kartun yang didubbing b.Indonesia

Gue selalu dengerin lagu pakai winamp dan skin-nya masih skin lama, males diubah-ubah lagi. Winamp selalu gue atur shuffle: on, biar nggak urut muterin lagunya. Tiba-tiba winamp muter lagu Rie Fu - Life is Like a Boat. Ini soundtrack anime Bleach, lebih tepatnya 1st ending soundtrack. Dari dulu sampai sekarang suka banget lagu ini. Gue nggak tau seperti apa makna dibalik liriknya, tapi cukup mendengarkannya hati gue langsung tenang. hehe. serius loh. damai banget ini lagu

Kebetulan sore ini angin agak kencang, jadi dengerin lagu ini di kamar kost sambil kena angin dari jendela kamar di lantai 4 (jadi anginnya lumayan kencang). Suasana di luar juga mendung. Tiap denger lagu ini rasanya pengen naik ke genteng terus tiduran, baik sore pas mendung begini atau tengah malam. Sayangnya gue belum pernah naik genteng jadi nggak berani. Dan di sini kayanya nggak ada genteng yang boleh dinaikin

Ini lagu damai banget. Suer

Sekian

Senin, 07 Januari 2013

Kapan mau sehat?

Kapan mau sehat?


Kapan-kapan #dor


Salah satu kebahagiaan jadi anak kost adalah bebas menentukan makanan mana yang mau kamu konsumsi tanpa ada omelan dari orangtua. Ya, merdeka banget. Awal jadi anak kost sekitar 2,5th lalu gue hanya berpikir bagaimana caranya gue bisa makan irit agar bisa nabung buat beli ini itu. Percaya nggak percaya (sekarang kalo gue inget-inget gue nggak percaya juga), pas semester 1 dulu karena keinginan hemat (atau pelit terhadap diri sendiri) dalam 2 bulan hanya makan oatmeal instan. HANYA loh ya. Percaya nggak tuh?

Tujuannya mau irit kok, sama buat kesehatan jantung. Modus lainnya biar lebih kurus

Sejak semester 2 sampai sekarang agak susah mengontrol makanan. Apa aja yang menurut gue enak ya dimakan. Sempat sih masak sayur sendiri, makan buah segala macam dengan tujuan agar nutrisinya tercukupi . Gue nggak mau ikut aliran mainstream anak kost yang kadang makannya sembarangan asal kenyang. Kalo olahraga gue lebih suka fitnes. Itu juga tergantung mood, bisa dalam seminggu 5 kali fitnes kalo lagi rajin banget. Kalo kuliah mulai sibuk bisa berbulan-bulan nggak fitnes.

Kebiasaan jelek gue yang susah buat dihilangkan itu makan pedas. Oke, dulu gue mampu makan makanan ekstra pedas. Kalo kamu bilang keripik Maicih level 10 itu keterlaluan pedasnya, itu standar pedas gue dulu. Apa ya, semacam ada pride tertentu kalo gue mampu makan yang pedas banget. Serius. Gue senang mampu makan makanan pedas yang orang lain belum tentu sanggup. Makanan terpedas yang gue makan dan agak nggak sanggup ngabisin itu ayam geprek Mas Kobis. Anak kost Jogja pasti tau. Jadi itu ayam goreng, tempe goreng, pokoknya yang digoreng-goreng itu digeprek sama cabe rawit yang jumlahnya bebas, kamu yang menentukan. Gue makan ayam geprek Mas Kobis request 40 cabe rawit. Cabe rawit yang hijau sih, tapi....

Makin tua, makin bertambah umur, bertambah semester, tapi uang kirimiman per bulan nggak nambah-nambah, akhirnya sedikit demi sedikit gue tobat makan ekstra pedas. Gue punya maag sama infeksi tenggorokan, jadi pantang banget makan pedas. Tapi kalo kamu tanya ke gue masih makan pedas apa nggak, gue jawab iya. Tapi pedas yang sekarang udah agak normal. Agak normal itu kalo kamu makan soto ayam, sambelnya sekitar 3-5 sendok teh. 

Nah, gimana mau sehat coba kalo pola makan gue begitu? Jadi siapa pun tolong support gue untuk stop makan pedas. Ingatkan gue. Kalo ada yang mau bawa makanan nggak pedas ke kost gue di Karangmalang D-9 CT. Depok Sleman lt 4 no.55 juga silakan. Mention aja

Sekian

Jumat, 04 Januari 2013

How Are You...

Pertama denger lagu ini di beberapa episode Running Man. penasaran siapa yang nyanyi dan judulnya apa. Kemarin pas nonton Reply 1997 ketemu lagu ini lagi

Ternyata judulnya Chau Chau, atau How Are You dalam Bahasa Inggris, dinyanyikan oleh korean modern rock band Deli Spice. Katanya sih Deli Spice ini salah satu modern rock band terbaik di Korsel, mungkin kalo di Indonesia kayak Dewa 19 kali ya.
Dan lagu paling hits mereka judulnya Chau Chau ini, lagu jadul sih sekitar tahun 1995an

This song is so addictive. Sering dijadikan sebagai music background di beberapa drama korea dan variety show.


Ini liriknya, hanya terdiri dari 2 kalimat yang diulang-ulang

너의 목소리가 들려
I hear your voice
너의 목소리가 들려
I hear your voice
너의 목소리가 들려
I hear your voice
너의 목소리가 들려
I hear your voice

아무리 애를 쓰고 막아 보려 하는데도
No matter how hard I try to make it stop
아무리 애를 쓰고 막아 보려 하는데도
No matter how hard I try to make it stop

너의 목소라가 들려
I hear your voice
너의 목소리가 들려
I hear your voice

아무리 애를 쓰고 막아 보려 하는데도
No matter how hard I try to make it stop
아무리 애를 쓰고 막아 보려 해도
No matter how hard I try to make it stop

너의 목소리가 들려
I hear your voice
너의 목소리가 들려
I hear your voice

will you?

if there's no "today's birthday" on Facebook, will you still greet me?
if there's no "retweet" on Twitter, will you still greet me?


mm..finally deleted 2 accounts I mentioned before on my bio
nggak ada orang dari dua grup akun itu yang ngucapin. grup yang satu orang-orangnya aktif banget di fb, tapi tetep aja ga ada. yang satu lagi aktif di twitter. yaudah lah, nggak ada yang inget (atau tau tapi males ngucapin), delete aja akunnya dari bio

gue nggak gila ucapan. jujur gue agak males malah kalo dikasih ucapan. tapi ga ada ucapan dari rekan kerja itu...

Thank you for all who greeted me sincerely

Rabu, 02 Januari 2013

hunting perfume

waktu itu ke toko parfum, ketemu sama 2 parfum ini. udah beberapa bulan lalu sih ke sana, tapi sampai sekarang masih kepikiran dan mau beli


JLo Glow After Dark. Jujur susah nyarinya, dan waktu itu cuma ketemu yang KW. Pertama kali cium langsung suka (ini nih yang bikin kepikiran sampai sekarang). Wanginya seksi, cocoknya dipakai saat malam hari
ini reviewnya
http://www.fragrancex.com/products/_cid_perfume-am-lid_G-am-pid_61243W__products.html
http://www.fragrancenet.com/glow-after-dark-perfume/jennifer-lopez/womens-fragrances/wf/en_US/12086
http://www.fragrantica.com/perfume/Jennifer-Lopez/Glow-after-Dark-872.html

katanya sih baunya tahan lama banget, dan jangkauan baunya jauh. wow


Britney Spears Curious. baunya lebih ceria dibanding yang di atas. Banyak dijual jadi gampang ditemui (baik yang KW atau asli)
review
http://www.fragrantica.com/perfume/Britney-Spears/Curious-Britney-Spears-141.html
http://www.fragrancenet.com/curious-britney-spears-perfume/britney-spears/womens-fragrances/wf/en_US/04839

dulu pernah coba Britney yang hidden fantasy, sekarang lagi pakai yang midnight fantasy. Kayanya bau-bau parfum britney cocok nih sama selera gue


dan lagi penasaran banget sama...


Paris Hilton Dazzle. Parfum ini baru keluar tahun 2012 jadi belum sampai di indonesia, dan kalo parfum baru itu masuk ke indonesia setahun kemudian (dapet info dari mbak-mbak di toko parfum. Thanks mbak buat infonya). tapi kata konsumen di review sih, ini baunya enak banget. penasaran T__T
review:
http://www.fragrantica.com/perfume/Paris-Hilton/Dazzle-15140.html